Bagi orang awam, semua kendang mungkin terlihat dan terdengar sama. Namun bagi para pecinta musik tradisi dan pengguna aplikasi simulator kendang, terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara Kendang Jaranan dan Kendang Dangdut.
Seringkali pemain pemula salah memilih jenis suara (sampling) saat ingin memainkan lagu tertentu. Agar permainan Anda makin pas dan "enak" didengar, mari kita bedah perbedaan kedua jenis perkusi legendaris ini.
1. Karakter Suara dan Tuning
Perbedaan paling mendasar terletak pada setelan kulit (tuning) dan karakter suaranya.
Kendang Dangdut: Biasanya memiliki karakter suara yang lebih bulat dan "basah". Suara "Dut"-nya tebal (bass dominan) dan suara "Tak"-nya renyah. Tujuannya untuk menciptakan groove yang enak dipakai bergoyang santai.
Kendang Jaranan: Memiliki setelan yang jauh lebih kencang (high tension). Karakter suaranya lebih nyaring, tajam, dan keras. Suara "Plak" atau "tung"-nya sangat menonjol karena tujuannya untuk membangkitkan semangat, bahkan nuansa mistis dalam pertunjukan Kuda Lumping atau Reog.
2. Pola Ketukan (Rhythm)
Jika Anda mendengarkan dengan seksama, pola pukulannya sangat berbeda.
Dangdut: Polanya cenderung stabil dan teratur (sinkopasi). Pola "Tak-Tung-Dut" berjalan konstan menjaga tempo lagu agar penyanyi dan penonton nyaman.
Jaranan: Polanya jauh lebih agresif, dinamis, dan sering berubah tempo secara tiba-tiba. Ada bagian yang disebut "Srepeg" atau "Sampak" dimana kendang dipukul bertubi-tubi dengan tempo sangat cepat untuk mengiringi gerakan atraksi atau kesurupan.
3. Fungsi dalam Pertunjukan
Dangdut: Murni sebagai hiburan panggung. Kendang berfungsi sebagai pengatur ritme agar musik terasa "hidup".
Jaranan: Berfungsi sebagai "komandan" ritual. Suara kendang Jaranan mengatur emosi pemain, kapan harus mulai menari, kapan harus atraksi, dan kapan harus sadar dari trance.
4. Tips Memainkan di Aplikasi Virtual
Saat Anda menggunakan aplikasi seperti DSX Kendang Real, pastikan Anda memilih kit atau sampling yang tepat.
Jika ingin mengiringi lagu "Ojo Dibandingke" atau lagu pop Jawa, gunakan Sampling Dangdut/Koplo.
Jika ingin membuat konten atraksi atau looping yang bersemangat, ganti ke mode Sampling Jaranan (biasanya suaranya lebih "pedas" di telinga).
Kesimpulan
Meskipun bentuk fisiknya mirip, Kendang Jaranan dan Dangdut memiliki jiwa yang berbeda. Yang satu untuk bergoyang asyik, yang satu untuk membakar semangat. Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa lebih jago dalam memilih suara dan pola ketukan saat bermain kendang virtual di HP Anda.