Seringkali kita melihat konten video permainan kendang virtual di TikTok atau YouTube yang visualnya bagus, tapi kualitas suaranya mengecewakan. Suara terdengar cempreng, pecah, atau bahkan tertutup oleh suara bising dari luar (suara kipas angin, ayam berkokok, dll).
Padahal, dalam konten musik, kualitas audio adalah 70% dari keberhasilan video. Jika suaranya enak, penonton pasti betah menyimak sampai habis. Bagaimana caranya merekam permainan DSX Kendang atau Kendang Real agar suaranya sejernih rekaman studio? Simak 3 metode berikut ini.
1. Wajib Gunakan "Internal Audio" (Screen Recorder)
Kesalahan pemula yang paling umum adalah merekam layar menggunakan Microphone. Akibatnya, suara jari yang mengetuk layar (tuk-tak-tuk) ikut terekam dan mengganggu musik.
Solusinya: Gunakan fitur Perekam Layar (Screen Recorder) bawaan HP Anda.
Masuk ke pengaturan perekam layar.
Pada bagian Sumber Suara (Sound Source), ubah dari "Mikrofon" menjadi "Audio Internal" atau "Suara Sistem".
Dengan mode ini, HP hanya akan merekam suara yang keluar dari aplikasi/game, tanpa merekam suara bising dari luar. Hasilnya dijamin bersih 100%.
2. Trik Kabel AUX (Untuk HP Jadul)
Jika HP Anda versi Android lama yang belum mendukung rekam audio internal, Anda bisa menggunakan trik kabel AUX.
Siapkan kabel AUX (ujung jack 3.5mm di kedua sisi).
Siapkan Splitter U (pemisah Mic dan Audio).
Colokkan satu ujung AUX ke lubang Headset HP, dan ujung satunya lagi ke lubang Mic pada Splitter.
Secara teknis, ini "menipu" HP agar mengira suara yang keluar dari headset adalah suara input microphone. Namun, cara ini agak rumit dan butuh trial-error.
3. Menggunakan Soundcard External (V8 / Mixer)
Ini adalah metode yang dipakai para content creator profesional. Menggunakan alat bantu seperti Soundcard V8 atau Audio Interface.
Hubungkan HP yang digunakan untuk bermain kendang ke Soundcard menggunakan kabel backing track.
Hubungkan HP kedua (untuk merekam video) ke Soundcard menggunakan kabel Live/Broadcast.
Dengan cara ini, Anda bisa mengatur Bass, Treble, dan Echo secara langsung. Suara kendang akan terdengar sangat tebal dan bulat (nendang), sangat cocok untuk Anda yang serius ingin membangun channel YouTube musik.
4. Edit dan Normalisasi Audio
Setelah rekaman selesai, jangan langsung di-upload. Masukkan video ke aplikasi edit (seperti CapCut atau KineMaster).
Cek grafiknya, apakah ada bagian yang terlalu keras sampai merah (clipping)? Jika ya, turunkan volumenya sedikit agar tidak pecah.
Gunakan fitur Noise Reduction jika masih ada sedikit desis.
Kesimpulan
Skill bermain yang dewa akan percuma jika tidak didukung kualitas rekaman yang baik. Mulailah dari cara termudah yaitu menggunakan fitur Internal Audio. Jika Anda ingin lebih serius, investasi ke alat Soundcard murah meriah bisa meningkatkan kualitas konten Anda berkali-kali lipat.
Selamat berkarya dan jadikan HP Anda ladang kreativitas!